Konsumsi listrik Indonesia semakin hari semakin meningkat, disamping itupula harga bahan bakar fosil dunia harganya semakin meningkat disertai jumlah cadangan yang semakin menipis. Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk membuat Kebijakan mengenai energi yang tertuang pada Undang-Undang panas bumi no 27 tahun 2003 dan Kebijakan Energi Nasional No. 5 Tahun 2006 dengan target pencapaian hingga 5% dari seluruh energi Nasional di tahun 2025, yaitu berjumlah 9500 MW. Kebijakan ini merumuskan upaya memenuhi kebutuhan energi listrik nasional dengan energi mix, yaitu menggabungkan sumber daya energi fosil yang ada di Indonesia dengan sumber daya energi alternatif selain bahan bakar fosil untuk dijadikan energi pembangkit listrik, salah satu energi alternatif tersebut adalah energi panas bumi.
Kebijakan pemerintah untuk mengelola panas bumi di Indonesia telah mendorong pihak-pihak terkait (ESDM) untuk berusaha mengeksploitasi potensi panas bumi yang ada di wilayah Indonesia sehingga diperoleh hasil survey 256 daerah prospek potensi panas bumi dengan kapasitas lebih dari 27.000 MW potensi panas bumi yang bisa dikembangkan, untuk memenuhi kebutuhan energi mix yang dicanangkan pemerintah tersebut.
Dari jumlah total 256 daerah potensi (data:2008′) wilayah Kecamatan Semendo Kabupaten Muara Enim, memiliki dua daerah prospek panas bumi, dengan kapasitas masing-masing 600 MW dan 300 MW (data: 2004) yang berada di Kecamatan Semende Darat Laut tepatnya di desa penindaian (Lumut Balai) dan Kecamatan Semende Darat Ulu di desa Segamit (Rantau Dedap). Karena kapasitas cadangan yang besar ini potensi panas bumi di Semendo mulai tahun 2006 (Lumut Balai) dikembangkan oleh Pertamina Geothermal Indonesia. Sedangkan untuk lokasi Rantau Dedap masih dalam proses pelelangan.
Sehubungan dengan itu, perlu kiranya dibahas mengenai prospek panas bumi itu dilihat dari sudut pandang masyarakat, pemerintah daerah, dan pengusaha panas bumi. Sehingga diharapkan dalam proses pembangunan PLTP di kedua wilayah prospek itu dapat menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat setempat, pemerintah, dan pengusaha itu sendiri. Selain itu informasi ini diharapkan berguna khususnya bagi masyarakat setempat dalam menilai keberadaan pembangunan proyek PLTP tersebut.
Apakah Panas Bumi
Secara harfiah, geothermal (dalam bahasa Indonesia “panas bumi”) berasal dari kata geo yang berarti bumi dan thermal yang berarti panas. Sehingga dapat diartikan sebagai panas yang terkandung secara alamiah di dalam bumi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) panas bumi adalah sumber energi, seperti air panas, uap panas, serta gas-gas lain yang terdapat di dalam perut bumi, sedangkan Leibowitz (1978) mendefinisikan energi panas bumi sebagai sejumlah panas yang berasal dari bumi dan berada cukup dekat dengan permukaan bumi sehingga dapat digunakan secara ekonomis. Jadi disini potensi panas bumi yang ada di bawah permukaan bumi dengan kedalaman > 3 km belum bisa dimanfaatkan, karena teknologi saat ini belum bisa menjangkau pada kedalaman yang sangat dalam, dengan kata lain potensi panas bumi tersebut tidak ekonomis.
Tanda-Tanda Adanya Potensi Panas Bumi.
Manifestasi adalah Aktivitas magma yang keluar dari permukaan bumi. Potensi panas bumi disuatu daerah bisa dikenali dengan mudah dari adanya manifestasi panas bumi yang muncul ke permukaan. Manifestasi dapat berupa: Sumber mata air panas (Hot Spring), Fumarol, Solfatar, Steaming Ground (tanah berupa), Geyser (Air Panas Yang Muncul Kepermukaan Dengan Tekanan).
Terbentuknya Panas Bumi
Bumi yang kita pijak saat ini terdiri dari lempengan-lempengan yang disebut lempeng tektonik. Lempengan ini akan selalu bergerak karena adanya aktifitas di bawah permukaan yang mendorongnya. Daerah dimana lempeng-lempeng saling berjauhan, magma dari mantel akan naik ke permukaan dan membentuk lempeng baru. Pada daerah dimana lempeng- lempeng tersebut saling mendekat dan bertabrakan, salah satu lempeng akan menunjam ke bawah lempeng yang lain, bergerak secara perlahan ke zona dimana tekanan dan temperaturnya akan meleburkan lempeng ke dalam mantel. Lempeng yang saling bertumbukan, memicu terbentuknya magma yang bergerak naik ke permukaan. Magma pada kerak ini menjadi sumber panas pada lapangan panas bumi.







Maret 5, 2009 pukul 3:58 pm
Oi kance-kance ading kakang yang ade diseluruh bumi persada indonesia yang asli keturunan tunggu tubang jurai semende payu kite bersatu rami-rami membangun dan mengembangkan dusun laman kite aku adalah putra asli semende desa Tebing Abang kec.semende darat tengah.
Maret 5, 2009 pukul 4:00 pm
Berprinsiplah jangan samapai mundur mogelah mpai udim bebantah. anggap sisa gempe bebantah ok.
Oktober 9, 2009 pukul 11:40 am
Kite berusaha dengan segenp kekuatan, namun dengan kekuatan yang positif, yang mencerminkan intelektualitas dan kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi oknum-oknum tertentu.
April 11, 2009 pukul 1:32 pm
maju n’ teruslh berjaya semende
Juni 8, 2009 pukul 9:41 am
lanjutkan pejuangan nenek moyang palak tagok, ngguk riuh rimpah jangah mundur, benar kate ading
Oktober 3, 2009 pukul 1:52 pm
Kite BesiaP Nyambut Proyek Ini Kbile Lge kite manGke Maju… Slm Sanak Tnggu Tubang.
Oktober 9, 2009 pukul 11:38 am
@ Golan Paul
Persiapan untuk menyambut proyek Panas Bumi Di Semende:
1. Mencari keahlian yang sesuai dengan kebutuhan (Listrik, Mesin, Akuntansi, dan Manajemen, dll)
2. Persiapkan untuk Toefl (bahasa inggris) minimal 500
3. Psikotes
4. Mencari efek samping pola pemanfaatan panas bumi agar tidak hanya tergantung untuk menjadi karyawan di proyek tersebut.
Salam kembali… semoga menjadi putra/putri Semende yang memiliki dedikasi dan mampu bersaing
“PERSAINGAN PELUANG KERJA DI GEOTHERMAL ITU BUKAN HANYA DAERAH SEMENDE, MELAINKAN SELURUH INDONESIA”
Jadi kita haru memiliki daya saing skala Nasional, untuk bisa mendapatkan posisi tersebut.