Lima tahun terakhir perkembangan di Semende menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, diawali dengan perbaikan sarana transportasi yang menembus hingga ke berbagai pelosok, sehingga akses ke
berbagai tempat sudah tidak menjadi kendala lagi, hingga layanan internet yang kini mulai masuk wilayah pribadi. Selain sarana transportasi dibangunya beberapa tower pemancar dari berbagai perusahaan penyedia layanan telepon seluler (HP) semakin mempermudah dan mempersingkat jarak antara warga. Jika pada 6—7 tahun yang lalu untuk memberi kabar kepada sanak saudara yang berada di berbagai tempat harus menggunakan surat atau harus mengutus orang, sekarang masyarakat Semende tinggal memencet no tujuan, maka orang yang ditujupun akan segera hadir baik secara langsung (pulang) maupun tidak langsung (berbicara via HP) Kualitas suara pun sangat jernih dan jelas karena semuanya berdekatan dengan tower pemancar. Menjamurnya pemakian HP dari orang dewasa hingga anak-anak SD ini berdampak bagi peningkatan sebagian ekonomi masyarakat melalui penjulan voucer isi ulang kartu HP maupun penjualan aksesoris HP, dan yang lebih mencengagkan lagi sekarang adalah jaringan Internet telah dapat di akses melalui HP. Hal ini sejalan dengan pendapat ahli bahwa Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia.
Khusus dalam bidang teknologi informasi (TI), masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun yang tak kalah pentingnya adalah dampak negative dari kemajuan teknologi tersebut (HP) dampak negative yang mulai terasa dalam masyarakat sejak banyaknya HP adalah banyak Bujang/gadis atau bahkan batin mude ye njual beghas kiluan ndik mbeli pulsa. Juga dampak kejahatan yang semakin praktis dengan menggunakan komunikasi HP. Kemajuan Kecamatan Semende yang dibagi ke dalam tiga wilayah Kecamatn Semende Darat Ulu, Darat Tengah, dan Darat Laut, dapat dilihat dari beberapa sektor yaitu, Sektor Pendidikan, Pertanian dan Perkebunan, serta Pertambangan.
Sektor Pendidikan
Berdasarkan data dari dinas Pendidikan Kecamatan Semende, di Kecamatan Semende terdapat 74 lembaga pendidikan yang terdiri dari 2 Taman Kanak-Kanak, 3 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 7 Madrasah Ibtidaiah, 44 buah SD yang ada di seluruh desa, 10 SMP yang terletak di Pulau Panggung, Tanah Abang, Babatan, Lawang Agung, Cahaya Alam, Tenam Bungkuk, Segamit, serta SMP terbuka, 2 SMA yaitu SMA 1 Kec. Semende Darat Laut yang terletak di Pulau Panggung dan SMA 1 Semende Darat Ulu yang terletak di Pajar Bulan, 1 SMK yang baru berdiri dan sekarang memasuki angkatan ke dua, serta 2 buah Madrasah Aliah yang terletak di Pesantren Al Haramain dan MA Raudhatun Nasihin yang terletak di desa Aremantai Kecamatan Semende Darat Ulu, serta adanya satu program diploma dua tahun yaitu Pendidikan Olahraga (Pendor) yang berada di Pulau Panggung Banyaknya lembaga pendidikan ini diharapkan agar masyarakat Semende tidak ada lagi yang tidak mengenyam pendidikan. Dicanangkannya sekolah gratis dari pemerintah Sumatera Selatan juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.
Sektor Pertanian dan Perkebunan
Potensi yang ada di Semende yang selama ini hanya terkenal dengan sentra tanamam kopi dan padi sekarang mulai bergeser ke pertanian sayur mayur, di daerah Segamit, Rekimai, Cahaya Alam, Danau Gerak yang selama ini merupakan daerah andalan penghasil kopi sekarang telah menjadi andalan di bidang sayur mayur. Puluhan bahkan ratusan ton setiap hari berbagai hasil pertanian seperti cabi, t
omat, kol, kentang dikirim ke berbagai daerah seperti ke Lahat, Muara Enim dan Ke Pagar Alam yang selama ini menyuplai kebutuhan tersebut, dan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi penduduk sekitar, ratusan tenaga kerja, khususnya kaum ibu terserap di sektor ini ketika panen tiba. Namun tenaga kerja profesional yang mengolah lahan ini masih didatangkan dari luar Sumatra khususnya dari Bandung. Harapan ke depan semoga penduduk Semende mau belajar dan mengolah sendiri lahan mereka.
Adanya perkebunan sayur mayur ini berdampak positif bagi ekonomi petani dan masyrakat umum. Jika selama ini untuk membeli sayuran harus menunggu datangnya pasokan khususnya dari Pagar Alam dan tentu saja dengan harga yang mahal, sekarang masyarakat bisa datang langsung ke kebun petani dan tentu saja dengan harga yang lebih miring.
Sektor Pertambangan
Bidang pertambangan, Semende meyimpan potensi alam yang sangat kaya, Mulai dengan eksplorasi sumber panas bumi (geothermal) Gemughak di desa Tanjung Laut dan
panas bumi yang berada di Rantau Dedap Segamit, diharapkan semakin menambah perbaikan ekonomi masyarakat semende ke depan. Harapan kita semua, Semende tidak hanya dijadikan sabagai sapi perah oleh pemerintah pusat, yang hanya mengeruk dan menggerus sumber daya alam kita yang kemudian hengkang begitu saja setelah sumber daya alam tersebut habis, dan kita hanya diberi sisa penderitaan berupa alam/lingkungan yang rusak.
Oleh sebab itu peran generasi muda sekarang yang sedang menempa diri dan menuntut ilmu dimana saja, Cepat pulang dengan membawa keahlian, karena Semende butuh putra daerah yang professional dan handal untuk mengelola sumber daya alam kita. Jangan hanya diserahkan kepada orang dan kita hanya jadi penonton karena kita tidak punya keahlian untuk mengelola.
Penulis: Bapang Abigael di Palak Tanah SDT (karmansdt@yahoo.co.id)
Time: Selasa Mei 5, 2009 at 1:23 pm







Mei 20, 2009 pukul 11:25 am
Siippp.. Bangga asenye jadi jeme semende
Juni 26, 2009 pukul 9:01 pm
Semoga semende semakin maju, adil makmur dan sejahtera,,, Good luck jeme semende
from: endisan GAEL
Juli 19, 2009 pukul 1:47 am
wawa ni jeme mane????cukah kenalkah nggah huguk kampuh di sini
Agustus 23, 2009 pukul 3:54 pm
gasak semende… mangke dide kelir saje nga jeme besemah…