Tuntaskan Misimu dan Raihlah Cita-Cita

Seorang anak-anak yang lugu, barangkali lebih mudah ketika ditanya soal cita-citanya. Ada yang ingin jadi tentara, ada yang ingin jadi dokter dan sebagainya.

Sejalan dengan perjalanan hidup, orang sering kemudian lupa dengan cita-cita yang pernah diangan-angankannya sewaktu kecil.

Mengapa orang bisa berubah jalan hidupnya dari angan-angan yang pernah dicanangkan dulu? Jawaban yang paling mudah adalah karena tidak fokus. Ada banyak orang yang harus mengubur cita-citanya atau setidaknya mengesampingkannya, demi keadaan atau ikut orang lain. Banyak calon mahasiswa yang masuk ke sebuah fakultas, hanya karena teman-temannya banyak yang masuk ke sana atau merasa bahwa jurusan itu menjanjikan pekerjaan di kemudian hari. Di tahun 1980 hingga 1990-an, komputer mulai booming, sehingga banyak orang yang memilih masuk jurusan teknologi informatika karena alasan ini.

Cita-cita adalah sebuah visi. Visi itu sendiri adalah sebuah mimpi, yakni mimpi ingin jadi apa. Ada banyak orang yang tidak berani bermimpi. Tapi ada banyak orang juga yang cuma jadi pemimpi. Mimpi dapat duit satu miliar, misalnya.

Coba saat ini kita ambil kertas dan pena, atau buka software word prosesor yang ada di komputer Anda. Tuliskan apa yang menjadi cita-cita Anda saat ini. Belum tentu semua orang bisa menuliskannya dengan mudah. Ada yang masih baru berpikir-pikir, berangan-angan, dan bahkan ada yang sama sekali tidak bisa menuliskannya. Buntu, tak ada bayangan sama sekali.

Banyak orang yang hidup di masa kini yang tidak merencanakan masa depannya dengan baik. Ada orang yang mengikuti flasafah “ikuti kemana air mengalir”. Bahasa kerennya, “just follow the flow”. Tapi, kalau air itu mengalir ke tempat yang salah, apakah kita akan tetap ikut aliran air itu?

Harusnya Fokus Lho

Harusnya Fokus

Kuncinya memang pada kekuatan fokus kita. Banyak orang yang tidak focus terhadap masa depan dirinya. Maklum, kita bukan kuda yang diberi kacamata khusus yang membuat tak dapat melirik kiri maupun kanan. Harusnya Fokus LhoKadang kita juga saat berjalan, tiba-tiba di depan kita ada sebuah tembok, yang membuat kita harus membelok atau memutar. Tapi seringkali kita lupa, di mana saat membelok itu, kita harus berusaha kembali lagi ke jalur yang sesungguhnya. Kita kadang merasa nyaman saat membelok sehingga akhirnya terus berjalan di arah itu, lupa pada tujuan semula.

Mempunyai mimpi saja tidak cukup. Cita-cita akan tetap tergantung di langit jika kita tidak berusaha meraihnya. Untuk uruan misalnya, Jodoh itu memang di tangan Tuhan, tapi kalau kita tidak berusaha mengambilnya, maka selamanya akan di tangan Tuhan. Demikian juga cita-cita. Kita tidak akan berhasil meraihnya, jika kita hanya berdiam diri menunggu hal itu terjadi. Kita harus berusaha, berusaha dan terus berusaha. Namun berusaha saja tidak cukup, apalagi kalau usaha yang kita lakukan tidak sejalan dengan apa yang kita cita-citakan.

Oleh karena itu, kita perlu menetapkan misi yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita itu. Misi ini jelas harus bisa dijabarkan secara realistis, sesuai dengan kemampuan kita. Ada teman saya yang berangan-angan bisa keluar negeri. Maka dia kemudian mempunyai misi untuk berprestasi di bidang olah raga. Dengan demikian, dia bisa dikirim ke manca negara untuk menjadi wakil saat kejuaraan. Ada juga yang mimpi ke luar negeri, namun memilih dengan menikah dengan pengusaha kaya yang bolak balik ke luar negeri. Banyak cara yang bisa dilakukan agar cita-cita bisa kesampaian. Ada cara yang harus ditempuh dengan susah payah, ada juga cara yang mudah dan instan.

Jika Anda ingin kaya raya dengan cepat, menikahlah dengan anak atau orang kaya. Atau, jika Anda ingin mengemudikan mobil Mercedes-Benz model E-class, paling mudah, melamarlah menjadi sopir atau abdi dalem seorang juragan yang punya mobil tersebut. Mungkin Anda tertawa, tapi saya pernah melihat film, saat ini saya lupa judulnya, bercerita tentang seorang kaya pemain saham, dan dia punya sopir yang kadang juga menguping keputusan jual beli saham yang diomongkan bosnya lewat telepon. Dia kemudian ikut main saham dalam jumlah kecil tentunya, dan dia akhirnya bisa mempunyai simpanan uang banyak karenanya. Tapi, yang menarik, dia memilih menjadi seorang sopir adalah karena dengan begitu, dia bisa punya banyak waktu untuk membaca. Sambil menunggu bosnya, dia duduk di dalam mobil sambil membaca.

Tentu mudah untuk mengatakan bahwa usahakan untuk fokus pada misi yang sudah dicanangkan. Banyak orang punya cita-cita tapi tidak menetapkan misi yang harus dilakukan. Jika tadi Anda telah berhasil menuliskan satu atau dua cita-cita yang hendak Anda capai dalam beberapa tahun mendatang, cobalah untuk menyusun misi atau apa-apa saja yang harus Anda lakukan untuk mencapai hal itu. Misalnya, jika Anda berangan-angan bisa keluar negeri, barangkali misi yang pertama adalah belajar atau segera kursus bahasa Inggris.

Lakukan misi itu dengan baik. Di sini perlu kekuatan fokus. Mungkin Anda akan terbentur masalah biaya atau waktu karena hal itu. Ini ibarat membentur tembok sehingga Anda harus membelok atau berhenti karenanya. Tapi jika ada kesempatan, jangan lupakan misi yang harus Anda kerjakan. Tuntaskan misimu dan raihlah cita-cita.

by: Untung Manara/Pulau Panggung SDL

Satu Tanggapan

  1. its soo good.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: