Kupas Tuntas Potensi Panas Bumi di Semende #1

Apakah Panas Bumi Itu?
Secara harfiah, geothermal (yang dalam bahasa Indonesia “panas bumi”) berasal dari kata geo yang berarti bumi dan thermal yang berarti panas. Sehingga dapat diartikan sebagai panas yang terkandung secara alamiah di dalam bumi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) panas bumi adalah sumber energi, seperti air panas, uap panas, serta gas-gas lain yang terdapat di dalam perut bumi, sedangkan Leibowitz (1978′) mendefinisikan energi panas bumi sebagai sejumlah panas yang berasal dari bumi dan berada cukup dekat dengan permukaan bumi sehingga dapat digunakan secara ekonomi.

Bagaimanakah Energi Panas Bumi Diklasifikasikan?

Energi panas bumi dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu:
•    Hydrothermal energy,
•    Geopressured energy,
•    Magma energy,
•    Hot dry rock, dan
•    Earth energy.
Dalam tulisan ini jika hanya disebutkan “energi panas bumi” maka yang dimaksud adalah energi panas bumi jenis hidrothermal karena sampai saat ini jenis inilah yang paling banyak dimanfaatkan secara ekonomis terutama untuk keperluan pembangkit listrik.

A. Energi Hidrothermal
Sesuai dengan namanya, hidro yang berarti air dan thermal yang berarti panas maka secara harafiah sistem tidak hanya terdapat panas/sumber panas akan tetapi juga terdapat air sebagai pembawa panas. Dari semua energi panas bumi yang telah disebutkan di atas, energi dari sistem hidrotermal merupakan energi yang paling banyak dimanfaatkan karena reservoir energi jenis ini umumnya terletak pada kedalaman yang masih ekonomis untuk dioperasikan. Temperatur dari sistem ini dapat mencapai 350oC, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan reservoir minyak dan gas bumi. Sistem ini umumnya berasosiasi dengan daerah vulkanik.

Sistem ini seringkali diklasifikasikan berdasarkan entalpi fluidanya. Kriteria yang digunakan sebagai dasar klasifikasi pada kenyataannya tidak berdasarkan pada harga entalpi, tetapi berdasarkan temperatur sebab entalpi sendiri merupakan fungsi dari temperatur.(Tabel Enthapi/Temp)

B. Geopressured
Perbedaan utama sistem geopressured dengan sistem hidrotermal, adalah air pada sistem ini terjebak lebih dalam dari pada air pada sistem hidrotermal pada kedalaman 2400 sampai dengan 9100 meter. Air ini memiliki temperatur sekitar 160oC dan tekanan lebih dari 1000 bar. Air ini memiliki salinitas yang tinggi sekitar 4 sampai dengan 10%, sehingga sering disebut juga air asin. Air ini dianggap memiliki potensi untuk menghasilkan listrik. Akan tetapi, temperatur dan kedalaman air tersebut menyebabkan jenis energi ini tidak ekonomis untuk dimanfaatkan bila hanya potensi termalnya saja yang digunakan. Yang menjadi perhatian adalah kandungan metana yang besar dalam campuran yang dapat digunakan dalam siklus daya kombinasi pembangkitan daya listrik. Jenis ini banyak ditemukan di daerah pantai Teluk Meksiko, dengan lokasi kedalaman dapat mencapai 25.000 kaki.

C. Hot Dry Rock
Magma berada relatif dekat dengan permukaan bumi dan memanaskan batuan yang berada diatasnya. Jika tidak terdapat air tanah (misalnya pada daerah gurun), maka yang tinggal hanyalah batuan panas kering atau HDR (hot dry rock), yang memiliki temperatur sekitar 150 – 290oC. Energi yang berada pada HDR ini disebut juga sebagai energi petrothermal, yang merupakan sumber terbesar dari energi panas bumi. HDR terletak pada kedalaman sedang dan bersifat impermeabel. Untuk menggunakan energi yang dimiliki HDR, perlu menginjeksikan air pada HDR dan mengembalikannya kembali ke permukaan. Hal ini membutuhkan mekanisme transportasi untuk dapat membuat batuan impermeabel menjadi struktur permeabel dengan luas permukaan perpindahan panas yang besar. Permukaan yang luas ini diperlukan karena sifat batu yang memiliki konduktivitas termal yang kecil. Proses perubahan batuan permeabel dapat dilakukan memecahkan batuan tersebut dengan menggunakan air bertekanan tinggi ataupun ledakan nuklir (El Wakil, 1984).

Proses eksplorasi yang dilakukan terhadap jenis ini lebih aman dibandingkan dengan jenis hydrothermal yang kemungkinan besar memiliki fluida, baik berupa uap maupun air panas. Hal ini disebabkan jenis energi panas bumi ini memiliki tingkat korosi, erosi serta zat-zat beracun yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis hydrothermal.

D. Magma
Cairan magma umumnya terletak di dekat daerah gunung berapi dan mengandung panas dalam jumlah yang sangat besar. Berbagai penelitian telah dilakukan sehubungan dengan pemanfaatan energi panas bumi ini, akan tetapi sampai saat ini, teknologi yang memungkinkan proses eksplorasi dan eksploitasi sumber energi panas bumi ini belum tersedia. Umumnya magma ini berada pada kedalaman lebih dari 3 km. Umumnya terletak pada kedalaman 3 – 6 km dengan temperatur sekitar 650 – 1200oC

E. Earth Energy (Normal Gradient)
Seperti diketahui bahwa energi setiap saat dialirkan dari pusat bumi menuju permukaan sehingga bumi memiliki gradient thermal sebesar 30oC/km. Gradien ini sering disebut sebagai gradien normal dari bumi. Ini berarti bahwa jika kita membor dimanapun di permukaan bumi ini maka setiap penambahan kedalaman 1 km maka suhu akan naik 30oC. Untuk mendapatkan suhu yang tinggi maka perlu dilakukan pemboran yang sangat dalam, oleh sebab itu energi ini umumnya tidak dimanfaatkan untuk keperluan pembangkit listrik akan tetapi untuk pemanfaatan langsung seperti penghangat ruangan pada saat musim dingin. Berdasarkan penelitian, cuaca dan musim hanya mempengaruhi temperatur permukaan bumi sampai kedalaman 15 meter sehingga temperatur bumi dibawahnya akan relatif seragam tidak peduli di katulistiwa maupun di kutub.

by: Ir.Ali Ashat,Dipl Eng Geoth

Bersambung….

2 Tanggapan

  1. mau nanya kalo di indonesia ini potensi panas bumi nya jenis yg mana ya? hdrotermal atw yg laen?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: