Radio komunitas “Bisa Jadi” menjadi sumber informasi paling efektif di Semende

Salam bulan ramadhan…. semoga puasa kita hari ini akan menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa, sebagaimana telah difirmankan dalam surat berikut ini… ya ayuhalazi na’amanu kutibaalaikum musyhiam, kama kutibaalallazi naminng koblikum la’alakum tataqun…. “hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa (dibulan ramadhan) sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”

Postingan kali ini saya ingin membuka opini mengenai “sumber informasi” yang berupa radio komunitas.

Beberapa tahun yang lalu sempat saya mendengar adanya beberapa anak muda dari Semende telah membangun sebuah radio komunitas yang dilatar belakangi oleh ketiadaan sumber informasi yang khusus di Semende. Saya tidak tahu persis siapa yang mempelopori kegiatan positif tersebut. Tetapi dengan berbagai alasan yang mungkin belum bisa dipecahkan, akhirnya keberadaan radio komunitas tersebut sekarang ( agustus 2012) tidak mengudara lagi. Sejatinya radio komunitas bisa menjadi sumber informasi yang sangat relevan dengan kondisi geografis Semende yang terdiri dari bukit-bukit dan lembah. Oleh karena itu bagi siapa saja yang masih memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali keberadaan radio komunitas,  silakan mendownload proposal pengajuan dana bantuan kepada pihak yang mampu memberikan bantuan baik pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.

Adapun keunggulan media informasi radio sebagai berikut:

  1. Dapat diakses tanpa terbatas ruang dan waktu
  2. Dapat diakses hanya dengan menggunakan handphone yang sudah memiliki perangkat radio
  3. Berita dapat diakses up to date (real time) sehingga sangat mudah diupdate sewaktu-waktu
  4. Tidak membutuhkan peralatan yang komplek, dan karyawan yang dibutuhkan sedikit, serta hanya membutuhkan ruang siaran yang tidak terlalu luas
  5. Dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat
  6. Bahan acara (berita, hiburan, dan informasi) dapat diperoleh dengan mudah dan murah dengan adanya dukungan internet
  7. Dapat menjadi media lokal yang sesuai dengan tata cara dan adat istiadat setempat
  8. Mampu menjadi media untuk promosi produk-produk lokal dan ajang meningkatkan kreatifitas masyarakat

Selain keunggulan tersebut, tentu radio komunitas memiliki kekurangan, kekurangan tersebut adalah:

  1. Radio komunitas tidak diperbolehkan menyiarkan iklan produk komersial, sehingga dana yang dibutuhkan untuk operasional murni dari komunitas itu sendiri (berasal dari sumbangan pemerintah, masyarakat, perusahaan, pemasang iklan produk lokal, hibah, dan sumber dana dari iklan produk non komersial, misalnya iklan dari dinas pendidikan dan dinas sosial)
  2. Radio komunitas susah untuk mencari SDM yang sesuai, karena berhubungan dengan no.1 (seorang yang profesional tentu saja memiliki tarif yang mahal untuk mengisi acara), sedangkan sumber pendanaan yang belum pasti membuat radio komunitas seringkali macet di tengah jalan
  3. Prinsip dari radio komunitas yang bersifat Non profit, maka pengurus (SDM) tentu harus kreatif untuk mencari sumber pendanaan, baik melalui proposal, penjualan cendramata, dan hasil kerajinan tangan lainnya untuk tetap menggerakkan radio komunitas ini. Karena SDM yang belum terampil untuk melakukan ini, maka terkadang setelah dana awal habis, untuk melanjutkan kegiatan sudah tidak ada lagi energi. Akhirnya radio komunitas menjadi tumbang dengan sendirinya
  4. Nara sumber, karena cakupan siaran yang tidak terlalu luas, maka susah untuk mencari narasumber yang berkompeten dalam bidang yang ada

Dengan sedikit deskripsi singkat mengenai radio komunitas, sudah saatnya semende mulai menggerakan kembali keberadaan radio komunitas, agar informasi yang ada di dunia luar bisa disampaikan kepada semua masyarakat Semende dimanapun mereka berada (di kebun, di pasar, di sawah, dan di mana saja)

berikut contoh proposal untuk mendirikan radio komunitas, bisa dijadikan referensi bagi siapapun yang membutuhkan

proposal radio komunitas Semende upload

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: