BABEL AKAN INVENTARISIR KARYA SENI BUDAYA, SUMSEL Kapan….???

Selasa, 1 September 2009 | 02:10 WIB

PANGKALPINANG, KOMPAS.com–Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan menginventarisasi karya seni dan budaya daerah, untuk dipatenkan.

“Kreasi seni dan budaya akan diinventarisasi dan kemudian dipatenkan agar tidak diklaim oleh daerah lain bahwa itu adalah karya mereka,” kata Gubernur Babel Eko Maulana Ali di Pangkalpinang, Senin.

Hal itu dikemukakannya sehubungan adanya klaim budaya Indonesia oleh Malaysia yang salah satunya adalah tari pendet diakui pihak Malaysia berasal dari dari negaranya.

“Karya seni dan budaya itu harus dijaga dengan baik agar tidak diklaim, salah satunya dengan mempatenkan dan saya akan bicarakan hal ini dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” kata Gubernur.

Langkah awal untuk menjaga karya seni dan budaya daerah agar tidak dicolong negara lain adalah dengan melakukan inventarisir terhadap karya asli daerah.

“Babel memiliki banyak karya seni dan budaya, termasuk karya saya sendiri di situ yang harus dijaga dengan baik dengan mempatenkannya,” ujarnya.

Menurut dia, mempatenkan karya seni dan budaya daerah itu sangat penting dan merupakan cara sangat tepat untuk menghindari terjadinya klaim.

“Kami akan lihat karya seni dan budaya apa saja yang akan dipatenkan, makanya harus diinventarisasi dulu. Kami minta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukannya,” katanya.

Ia mengatakan karya seni dan budaya daerah harus terus dikembangkan dan dilestarikan karena itu menunjukkan ciri khas suatu daerah dan bagian dari daya tarik wisatawan.

“Seni dan budaya bagian yang juga tidak bisa dipisahkan dalam dunia kepariwisataan. Ini harus dijaga, terus dikembangkan, dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman,” ujarnya.

Sumber: www.kompas.co.id Baca lebih lanjut

Iklan

Badahku Ribang

Sate tekinak nga budak itu
Pandang dik luput ikatannye
Awak duduk mate berayak
Kukinak-kinak kalu giade

Dirujung pakai ulasnye ngenjuk
Kebile duduk te jengal-jengal
Kebile tiduk temimpi-mimpi
Bidapan tulah kalu kah lupe

Makmane nian mangke dik salah
Badahku ribang
Kalu ndak nurut ade tuahnye
Cukah kah kudai ngambik Tunggu Tubang