TIGA UPAYA MENUMBUHKAN KREATIFITAS ANAK-ANAK

JAKARTA, KOMPAS.com – Jauh sebelum anak dijejali dengan target-target tertentu seperti nilai yang bagus, mengerjakan PR, ikut les ini dan itu, Anda harus bersiap diri menjadi orang yang kreatif untuk membuka ruang-ruang kreatifitas mereka.

Belum semua anak saat ini memperoleh tanah yang subur untuk dapat mengembangkan kreatifitasnya. Tak hanya di sekolah formal, melainkan juga di dalam lingkungan keluarga, anak kian tenggelam dibenamkan oleh ambisi para pendidik, dan bahkan orang tuanya sendiri. Keduanya bukan hanya tidak mengembangkan, namun kadang justeru cenderung mematikan potensi kreatifitas anak-anak.

Untuk itulah, dalam makalahnya ‘Mendorong Anak Berpikir Kreatif’, pemerhari anak dan juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi merasakan, para orang tua perlu memiliki keseriusan yang tinggi untuk memberikan tanah yang subur bagi tumbuh dan berkembangnya kreatifitas anak-anak mereka. Menurutnya, secara sederhana kreatifitas dapat diartikan dalam beberapa definisi berikut, yaitu:

– Kemampuan mencipta sesuatu yang baru

– Kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur lain yang ada

– Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan atau fleksibilitas, orisinalitas dalam berpikir dan mengelaborasi suatu gagasan Baca lebih lanjut

Iklan

TIGA (3) GERAKAN MULTIAKTIVITAS AGRIBISNIS PENTING BAGI WILAYAH BERBASIS PERTANIAN

Gemar Membangun DesaPENGERTIAN “GEMAR
GEMAR adalah suatu gerakan bersama dari segenap pemangku kepentingan rumpun pertanian di Jawa Barat, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan daya saing masyarakat (petani) melalui penambahan multi aktivitas agribisnis berbasis ekonomi lokal dengan model siklus tertutup, yang melibatkan peran multi stakholder dan integrasi multi sektor. Namun program ini bisa diterapkan di Kec. Semende.
1.    GEMAR merupakan salah satu solusi terobosan masyarakat Semende untuk mengakhiri keterbatasan para petani dalam hal beraktivitas (monokultur) dan memperoleh peningkatan pendapatan dari substitusi multi aktivitas;
2.    GEMAR fokus pada peningkatan daya beli, yaitu melalui pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang berorientasi kegiatan ekonomi lokal yang terintegrasi dengan perbankan dalam pendekatan skala ekonomi, siklus tertutup, peran multi stakeholder dan integrasi multi sektor

MISI “GEMAR”
Penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan dengan prinsip “Masyarakat Bekerja”
MOTO “GEMAR”
“Petani Maju Bersama Multistakeholders, Menuju Kemandirian Usaha”
FILOSOFI “GEMAR”
1.    Gerakan membangun ekonomi pertanian yang dilandasi rasa memiliki, rasa bertanggungjawab, dan rasa untuk memajukan agribisnis oleh seluruh multi stakeholders
2.    Merupakan gerakan untuk desa membangun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan daya saing petani di Kecamatan di Semende
3.    Berlandaskan Trimatra Pembangunan Pertanian

LATAR BELAKANG “GEMAR”

Latar Belakang Gemar Kec Semende

Kenyataan di lapangan, petani di Kecamatan Semende Kab. Muara Enim, masih menganut sistem monokultur. Para petani ini hanya mengandalkan hasil pertanian mereka yang satu atau dua jenis saja (beras dan atau kopi saja). Untuk itulah adanya program “GEMAR” ini bisa menjadi solusi tepat bagi permasalahan klasik petani-petani di Indonesia.

Adanya permasalahan itu petani perlu menerapkan program ini  agar pendapatan masyarakat petani lebih meningkat dan kehidupan mereka menjadi  sejahtera dan berakibat  daya beli masyarakat di Kecamatan Semende akan meningkat.

Picture3MAKSUD DAN TUJUAN
•    Melakukan rancang bangun berbagai aktivitas usaha agribisnis multi sektor dalam satu kawasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir
•    Membangun berbagai kegiatan usaha agribisnis, yang berkaitan satu sama lain, saling menguatkan, dan menghasilkan nilai tambah, serta memiliki daya saing, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan

PRASYARAT GEMAR

  1. Berbasis Multi Stakeholder
  2. Fasilitasi SKPD terkait,  Sharing Kabupaten/Kota, Pemerintah, dan Sumber Pembiayaan dari Perbankan
  3. Berbasis Aktivitas Pertanian, Perikanan, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan, yang mengintegrasikan sektor hulu-hilir dalam kerangka agribisnis;
  4. Memiliki Lembaga Usaha Ekonomi berbasis budaya lokal;
  5. Pendekatan Sumber Daya Manusia, Budaya, Teknologi dan Spesial;
  6. Berbasis Perencanaan Partisipatif

******************************************** Baca lebih lanjut

ASAL USUL DESA MUARA DANAU SEMENDE DARAT LAUT

Muara Danau termasuk desa tertua yang ada di Semende. Desa ini didirikan oleh Syarif, yang bergelar Puyang Tuan. Sedangkan desa yang mula-mula ada di semende adalah Perapau yang didirikan puyang Raje Ulie, beliau juga disebut Puyang Tuan dan merupakan kakak Syarif. Beliau juga punya adik yang bergeler puyang  Tuan Kecik, yaitu pendiri desa Tanjung Laut.

Jadi desa-desa yang mula-mula ada di semende itu didirikan oleh Puyang Tuan bersaudara, yaitu Perapau, Muara Danau dan Tanjung Laut yang kesemuanya terletak di kecamatan Semende Darat Laut. Seiring perjalanan waktu maka daerah ini terus berkembang ke Semende Darat Tengah hingga ke Semende Darat Ulu.

Pakar sejarah semende memperkirakan daerah ini sudah berusia tiga sampai empat ratus tahun. Tapi dari analisa berdasarkan urutan silsilah saya menyimpulkan daerah ini baru berumur dua ratus tahun lebih sedikit, atau sekitar akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Dokumen pemerintah kolonial Belanda tahun 1899 tentang marga-marga yang ada di Sum-Sel, disitu belum tercantum nama marga semende. Mungkin karena daerah ini baru berdiri dan hanya terdiri dari beberapa buah desa, sehingga pemerintah kolonial Belanda belum mengenal daerah ini.

Setelah puyang Raje Ulie mendirikan desa Perapau, dia menyuruh Syarif untuk membuat pemukiman baru. Maka segeralah Syarif memenuhi perintah kakaknya itu, Beliau berjalan menyusuri sungai air betung mencari tempat pemukiman. Setelah menemukan daerah yang cocok, yaitu dihulu sungai air betung, maka segeralah Beliau dan para pengikutnya mendirikan pemukiman, Pemukiman baru ini di namakan  Muara Danau, itu terjadi sekitar 1830.

Setelah agak lama bermukim, kemudian terjadi perselisihan antara Syarif dengan Sahir bin Renigam atau puyang Gembar Alam yang tak lain adalah pembantunya sendiri. Sahir memutuskan untuk membuat pemukiman sendiri, Sahir dengan dibantu anak-anaknya membuat saluran irigasi, setelah irigasi ini selesai di bangun dia mulai bermukim di tempat baru ini, tempat ini letaknya tak jauh dari pemukiman yang didirikan Syarif, tepatnya di seberang sungai di punggung sebuah bukit.

Karena di tempat baru ini sudah ada saluran irigasi untuk mengairi persawahan dan letaknya lebih strategis, sehingga banyak orang pindah ketempat ini. Akhirnya Syarif pun pindah ketempat itu. Nama yang di pakai untuk pemukiman baru ini tidak berubah yaitu tetap Muara Danau.

Itulah cerita singkat mengenai desa Muara Danau yang pernah saya dengar dari orang-orang tua dan para pakar sejarah Semende, disini mungkin sekali terdapat berbagai kekurangan baik cara penyajian maupun sumber referensi, untuk itu kritik dan saran saudara yang lebih faham sejarah Semende sangat saya harapkan.

Penulis: Rayendra Nugraha
Alamat: Desa Muara Danau SDL
Email: rayendranugraha@yahoo.com

Ulasan Pembaca/Penulis Tentang Blog Semende

Assalamualaikum Wr,Wb
Do’a n aghapan mintak-mintak ading-ading, kakang, waan, endisan, ibungan, mamangan, endung tue, endung kecik, waras gale, makan neman tiduk tekelap, rupu’an dang awang karne mbak ini aghi ka musim ngetam nggak musim kawe,,Mbak itu pule ndik ading-ading ye dang nuntut ilmu di mane kinah pegi, di Pulu panggung, Marinim, Lahat, Pelimbang, Medan, Aceh,padang, Lampung atau di seberang Jauh, mintak-mintak pule kaman denga kaman kaba sehat gale. Amu li kurang-kurang duit dikit gawinye dang nuntut, telambat-telambat kiriman mbak itula pule karene kite ndak sadar endung bapang  nggak puyangan kite dikbie bank dewek, bank nye nyelah kebun nggak sawah, pacak di ambik bepangke. Jadi jangan ngeluh, kate nabi kalu kamu ngeluh ilmu galak tekait sukagh nyampai ke Otak, ye ndak gawikah adalah ndu akah pejadi kite ye sukagh sare, tepapak tepipigh ncakahgkah kaman kaba, kaman denga duit mangke sekulah lancar. Baca lebih lanjut