Energi Panas Bumi Adalah Energi Ramah Lingkungan

Proses terbentuknya energi panas bumi terjadi akibat benturan lempeng tektonik yang satu dengan lempeng tektonik lainnya. Benturan kedua lempeng tersebut menghasilkan magma yang menjadi sumber energi panas bumi di dunia. Di Indonesia sendiri potensi energi panas bumi mencapai 40% energi panas bumi yang ada di dunia, yaitu sekitar 27 .000 MW

Proses pemanfaatan energi panas bumi memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan pemanfaatan energi lainnya, seperti minyak, gas bumi, dan batubara. Energi yang berasal dari fosil memiliki keterbatasan karena tidak berkelanjutan. Sedangkan energi panas bumi memiliki sifat berkelanjutan apabila dilakukan manajemen sumber daya yang ada.

Dilihat dari sisi pembentukannya, energi panas bumi terbentuk di jalur gunung api (vulcanic arch) yang biasanya terdapat di daerah dataran tinggi (perbukitan dan pegunungan). Sedangkan minyak dan gas terdapat pada daerah cekungan busur belakang bumi (back arch basin) yang biasanya terdapat di dataran rendah dan lautan.

+ Download Video 3Gp (7 MB) + + Download Video MP4 (30MB) + Baca lebih lanjut

Radio komunitas “Bisa Jadi” menjadi sumber informasi paling efektif di Semende

Salam bulan ramadhan…. semoga puasa kita hari ini akan menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa, sebagaimana telah difirmankan dalam surat berikut ini… ya ayuhalazi na’amanu kutibaalaikum musyhiam, kama kutibaalallazi naminng koblikum la’alakum tataqun…. “hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa (dibulan ramadhan) sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”

Postingan kali ini saya ingin membuka opini mengenai “sumber informasi” yang berupa radio komunitas.

Beberapa tahun yang lalu sempat saya mendengar adanya beberapa anak muda dari Semende telah membangun sebuah radio komunitas yang dilatar belakangi oleh ketiadaan sumber informasi yang khusus di Semende. Saya tidak tahu persis siapa yang mempelopori kegiatan positif tersebut. Tetapi dengan berbagai alasan yang mungkin belum bisa dipecahkan, akhirnya keberadaan radio komunitas tersebut sekarang ( agustus 2012) tidak mengudara lagi. Sejatinya radio komunitas bisa menjadi sumber informasi yang sangat relevan dengan kondisi geografis Semende yang terdiri dari bukit-bukit dan lembah. Oleh karena itu bagi siapa saja yang masih memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali keberadaan radio komunitas,Ā  silakan mendownload proposal pengajuan dana bantuan kepada pihak yang mampu memberikan bantuan baik pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.

Adapun keunggulan media informasi radio sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Mari kita budayakan “mencontek”, mencontek itu baik….

Trik dan tip untuk menjadi kreatif, Cara yang paling mudah adalah “Mencontek”. Itulah fakta di lapangan…

Sebenarnya mencontek adalah perbuatan “Terpuji” dalam dunia kreatifitas. Karena mencontek adalah proses untuk membuat sesuatu yang baru. Kita bisa membaca sejarah bahwa negara Jepang dulu juga mencontek. Mereka mencontek mobil-mobil yang dibuat dari Amerika. Kemudian mereka mulai merubah sedikit-demi sedikit hasil contekannya supaya tidak sama dengan buatan Amerika. Suatu masa Jepang mencotek mobil buatan USA, sejalan dengan waktu ternyata mobil yang dibuat Amerika tidak sesuai dengan tubuh orang-orang Asia yang rata-rata lebih kecil dibanding orang Amerika/Eropa. Maka dengan kreatifitasnya Jepang membuat mobil dengan ukuran yang lebih kecil dan tentunya lebih hemat bahan bakar, dan hasilnya di Indonesia dapat kita lihat lebih banyak mobil “hasil contekan” dibandingkan mobil dari “yang diconteki” . Faktanya seperti itu kan…?? šŸ™‚

Kita tidak usah membahas negara China, karena tidak dibahas juga tentu pembaca sudah melihat, mendengar, dan bahkan mungkin sudah menggunakan produk-produknya. Jadi tidak perlu di bahas kembali… hehe

Mari kita buka sedikit mata dalam hal “contek-mencontek” Baca lebih lanjut

Resensi Film Pengejar Angin “Dapunta”

Film teranyar karya sutradara muda Hanung Bramantyo berkisah mengenai perjuangan seorang anak di daerah “Lahat” Sumatera Selatan dalam usahanya meraih cita-cita.

Dapunta, begitu namanya dipanggil, nama tersebut adalah nama seorang tokoh legendaris masyarakat Sumatera Selatan yang dipercaya sebagai pendiri kerajaan Sriwijaya.

Dapunta adalah seorang anak Bajing Loncat “Perampok Besar” di daerah Lahat, Sumatera Selatan. Sebagai seorang anak Bajing Loncat, Sang Bapak menginginkan anaknya meneruskan profesinya sebagai kepala perampok.

Tetapi nasib berkata lain, sang anak memiliki mimpi yang harus dia kejar, dia ingin mengejar mimpi secepat larinya.

SebagaiĀ  putra seorang perampok dan lingkungan yang tidak mendukung, tentu saja dia menemui banyak hambatan untuk mewujudkan cita-citanya, Dapunta menjadi terpinggirkan. Padahal bakat kecerdasan, dan bakat atletik sudah mendarah daging di tubuhnya.

Dibantu oleh NYIMAS (teman dekatnya), Pak DAMAR, seorang guru muda berbakat yang melihat potensi yang tak terbatas dari Dapunta, dan juga Husni sahabatnya, Dapunta pun mulai mengejar mimpinya.

Jenis Film : Drama
Produser: H. Dhoni Ramadhan
Produksi: Putaar Production + Pemprov. Sumsel
Dengan dukungan pemain-pemain kawakan, dan berpengalaman, maka film ini Sangat disarankan untuk ditonton bersama keluarga.
Berikut Nama-Nama Pemeran Utama Dari Film ini:
  1. Mathias Muchus
  2. Wanda Hamidah
  3. Lukman Sardi
  4. Agus Kuncoro
  5. Qausar Harta Yudana
  6. Siti Helda Meilita
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis : Ben Sihombing

Lalu apa yang membuat film ini “harus” ditonton, khususnya “jeme semende dan sekitarnye” karena ini adalah sebuah film yang diangkat dari Sumatera Selatan, khususnya daerah Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, Palembang. Berikut dengan keindahan alam daerah kita yang menurut saya sangat cantik dan mengagumkan.

Hempasan gemericik pantulan air dari curup tenang, hembusan udara perbukitan dan pengunungan yang menentramkan, suasana perkampungan yang menawarkan kepolosan warganya, sungguh menjadi cuplikan sebuah kehidupan yang damai di ujung sana.

Ya…. itulah sedikit deskripsi daerah kami, daerah pemilik blog ini, daerah yang masih ‘asri’ dan dialek yang kental yang terkenal dengan sebutan “bahasa besemah” disitulah kami lahir dan besar, disitulah tumpah darah kami pertama kali di dunia ini.

Lihat di sana… ada air terjun curup tenang, begitu indah menanti anda…. datanglah dan saksikan sendiri hempasan butir-butir air menerpa wajah ayu anda, wajah tampan anda, semoga kepenatan anda menjadi hilang dalam kerindangan pepohonan kopi dan jati yang berjejer di dekat air terjun tersebut….. Ajaklah anak-anak anda, berikan mereka kesan keindahan alam Nusantara Indonesia yang tiada duanya diĀ  dunia.

Lihat kembali ke atas bukitnya…. anda akan temukan perkebunan kopi yang menjadi produk paling tren di desa kami, begitu anda sampai di desa kami, silakan anda beristirahat dengan nyaman terlebih dahulu di sebuah masjid di kampungĀ  kami, kami akan senang menyapa anda.

Lihat juga bukit tunjuk, gunung Dempo di Pagar Alam, rasakan hawa pegunungan akan menyapa anda dengan ramah.

Itulah negeri kita, negeri para “Dapunta” wilayah Sumatera…

Anda mau ke daerah kami, hanya +/- 90 km dari ibukota Sumsel (Palembang), bisa dicapai dengan alat angkutan umum, ataupun dengan angkutan pribadi.Ā  Ketika anda mau menggunakan angkutan travel, hanya membayar Rp. 70rb saja, anda akan kami antar ke daerah kami.

Begitu indahnya alam Indonesia, begitu bangganya saya menjadi penduduk Indonesia, terutama daerah Sumatera Selatan.

Curup Tenang

Salah Satu Tempat Dapunta Shooting Film

Baca lebih lanjut

Asrama Mahasiswa Sumsel di Bandung Untuk Kita Bersama

Menindaklanjuti pengumuman yang penulis buat beberapa minggu yang lalu, melalui Milis: jeme_semende@yahoogroups.com dan di forum Facebook. Maka penulis mencoba untuk memberi gambaran mengenai kondisi asrama mahasiswa SUMSEL yang sangat cocok untuk ditempati bagi calon-calon mahasiswa dari SUMSEL, khususnya daerah Semende:
Bagi jeme Semende yang akan melanjutkan Kuliah di BANDUNG, diberitahukan:
  1. 1Ada asrama mahasiswa lokasi strategis, dekat dengan kampus: Unpas, Unpad,ITB, Unikom, Unisba, UNIBI
  2. Biaya/bulan hanya Rp. 80.000. Sudah bersih (tidak ada pembayaran listrik dan air)
  3. Laundry Hanya 50rb/bulan (bagi siapa yang mau, bagi yang mencuci sendiri tidak masalah)
  4. Makan, ada catering, 2x makan (siang dan malam) hanya 6rb/hari, Maka biaya sebulan bila kita hitung (asumsi masih 80rb/bulan, cuci di laundry,dan makan di asrama adalah):
Rp. 80.000 + 50.000 + (6rb x 30 hari) =Ā  Rp. 310.000
Jadi, biaya perbulan hanya 310rb. Dengan fasilitas:Ā  makan, cuci, sewa kos, sudah tidak perlu di fikirkan lagi.
Bagi Member Milis Ini tolong disampaikan kepada sanak saudara, apabila ada yang berminat kuliah di Bandung dengan Universitas tujuan seperti tercantum di atas.
Sebagai perbandingan biaya kos saat ini 3-4 jt/ tahun, sama dengan (+/-) 330rb/bulan (hanya biaya kos) belum makan, listrik, air, dan sebagainya.
Lokasi: berdekatan dengan pasca sarjana Unisba
Keuntungan: Lebih Murah, Wireless Gratis, Dekat dengan pusat kota (BIP,BEC,dll), Pergaulan Baik-baik, ada TV, Kulkas, Dapur Umum, WC dan Kamar mandi ada 2bh)
Silakan hitung2 kembali, apabila saudara-saudara memutuskan kuliah di bandung, atau di Palembang, atau di jakarta. Murahan mana, dg kualitas pendidikan yang tidak jauh beda.
(yg berminat dan serius bisa menghubungi telpon di atas)
Ā 

Dibutuhkan 10.000 Sang Pemimpi di Semende

Dalam cerita Sang Pemimpi, Andrea Hirata bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan Jimbron. Ikal- alter egon Andrea Hirata, sedangkan Arai adalah saudara jauh yang yatim piatu yang disebut “simpai keramatLanjutkan

=============*******************===========

Awal mulanya IkalĀ  adalah anak seorang anak kuli bangunan PT.Timah di Belitung, dia memiliki teman yang merupakan saudara jauhnya yang sudah yatim piatu yang bernama Arai.Ā  Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Arai bermimpi untuk mewujudkan cita-citanya belajar di negeri Napoleon Bonaparte, Prancis.

Melihat kondisi kehidupan Ikal dan Arai waktu kecil, adalah suatu kemustahilan untuk mewujudkan cita-cita besarnya belajar ke Prancis. Karena baik Arai maupun Ikal adalah anak-anak Kampung, Miskin, dan tinggal di pedalaman pulau Belitung yang jauh dari kondisi akademis yang bisa menunjangĀ  mimpi mereka.

Namun, dilatarbelakangi oleh mimpi yang besar, gairah hidup yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita mereka, maka setahap demi setahap halangan dan rintangan mampu mereka lalui dengan sukses.

Kesuksesan yang mereka impikan, tidak dijalani dengan mudah. Penuh lika-liku ujian yang terkadang membuat mereka berputus asa. Mereka hidup bagaikan alir mengalir, mereka jalani semua proses-proses manusiawi, bekerja, belajar, naksir perempuan yang mereka sukai, mereka menangis, mereka terkadang melawan dengan orang-orang yang terkadang mencintai mereka dan bahkan mereka juga terkadang gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Namun semua yang dilakukan itu adalah proses dalam mewujudkan mimpi-mimpi besar mereka.

Mereka memiliki mimpi, yang menjadi bahan bakar untuk menggerakkan roda energi dalam tubuh mereka yang terhalang oleh “tirai-tirai kemustahilan” yang harus mereka hancurkan dengan kristal-kristal keringat, dan bahkan air mata.

Menilik kehidupan masa kecil mereka, masa-masa dimana pribadi-pribadi baja mereka terbentuk, maka tida ada salahnya kita menoleh ke belakang dimana kita dibesarkan, dimana kita dilahirkan dengan segala keterbatasan yang ada, bahkan bagian dari kehidupan masa kecil kita tidak jauh kondisinya dengan kondisi mereka yang terpinggirkan oleh sistem, terpatahkan oleh ketiadaanĀ  akan materi, dan kadang tersingkirkan oleh karena kita tidak memiliki jabatan dalam suatu pemerintahan, maka seyogyanyalah kita untuk bangkitĀ  dan berlari mengejar mimpi-mimpi kita yang sangat membara dalam dada dan sanubari kita.

“Tak akan ada yang bisa merubah nasib kita tanpa kita mengubahnya sendiri. Tak ada cita-cita besar yang berhasil denganĀ  “kundu”Ā  kecil”

Karena memang sudah hukum alam, atau memang digariskan oleh Allah SWT bahwa sesuatu yang besar harus ditopang dan dijalankan dengan energi dan jiwa yang besar. Darimana jiwa dan energi yang besar itu dilahirkan…??Ā  Jawabnya ada di dalam dada kita, dalam fikiran kita, dan hal itu harus ditopang dengan jiwa yang berani meraih resiko yang terbesar sekalipun. Baca lebih lanjut

Andaikan Abang Jadi Bupati Dairi

Sebuah Obrolan Singkat Batak Post dengan Seorang Guru Etos (Jansen Sinamo)

Keynote: Cari ilmu meski ke negara China, Liat Maksudnya, Liat Etosnya šŸ™‚ Selamat membaca

“Bang, andaikan Abang jadi Bupati Dairi, apa program Abang memajukan Dairi?” demikian wartawan Batak Pos itu memulai wawancaranya beberapa bulan lalu di kantorku.

“SDM,” jawabku to the point.

“Apa???” sergahnya. Ia tampak kaget.

Es-de-em, sum-ber–da- ya–ma-nu- si-a,” kataku dengan sabar, suara lebih keras dan lambat.

“Kenapa kok itu, Bang.”

Begini. Dari zaman dulu hingga kini produk Dairi paling utama adalah SDM; bukan kopi, bukan nilam, bukan jagung, bukan cabe, apalagi parawisata.

Si wartawan seperti limbung, terdiam. Lalu kuteruskan ceramahku…

“Satu tokoh yang membuat Dairi itu harum adalah L. Manik. Dia mewariskan ‘Satu Nusa Satu Bangsa‘ buat Indonesia. Dan lagu itu akan abadi. Selama Indonesia masih ada di bumi lagu itu akan terus dikumandangkan dengan takzim, penuh getar, dan rasa cinta buat negeri ini. Kau hargai dengan berapa ratus ton kopi Sidikalang lagu yang satu itu?” serbuku menggebu-gebu.

“Tak ternilailah, Bang.” katanya seperti sudah menangkap seluruh maksudku.

“Dan itu baru satu lagu lho. Belum lagi ‘Desaku yang Kucinta‘.” “Kau tahu Jenderal TB Simatupang kan?” gantian aku yang bertanya.

“Tahulah, Bang; emang dia orang Dairi?” katanya setengah kaget.

“Ya, iyalah. Dia itu lahir di Sidikalang tanggal 28 Januari 1920.” ujarku dengan mantap karena sudah merasa di atas angin. Tanggal ini kebetulan kuhafal betul karena waktu peresmian monumennya yang di Letter S, Sitinjo, itu dulu aku yang ditugasi panitia menulis riwayat [singkat] hidupnya.

“Dialah jenderal yang orang Batak paling hebat. Pada umur 29 tahun dia sudah jadi Kepala Staf Angkatan Perang dengan pangkat jenderal mayor. Dan dia bukan jenderal jenis Nagabonar ya. Dialah otak TNI di masa awal kemerdekaan kita. Dia itu arsitek pembangunan TNI. Dari tangannyalah lahir doktrin Sapta Marga yang menjadi sendi TNI hingga kini.” kataku tambah bersemangat.

“Tapi maaf ya, Bang; perbandingan Abang tidak ‘apple to apple‘ — maksud saya, secara ekonomis, kan kedua tokoh itu tidak ada artinya apa-apa buat Dairi. Membangun Dairi maksud saya membangun secara ekonomis, Bang.” Baca lebih lanjut